Jama’ah Rokhimakumulloh….. Alkhamdulillah sampai detik ini Alloh masih memberi kita nikmat sehat dan yang paling luar biasa yaitu kita masih diberi oleh Allah nikmat hidayah. Yang mana nikmat hidayah itu tidak diberikan kepada semua orang, melainkan hanya diberikan kepada orang-orang pilihan Allah, orang-orang yang dicintai Allah, disukai Allah, disayangi Allah. Kita diberi nimat hidayah ini berarti kita diberi amanah oleh Allah, dan amanah itu harus kita jaga sampai hari qiyamat nanti.
Jama’ah yang dimulyakan Allah…. kali ini saya akan membagikan sedikit cerita yang saya dapatkan dari Ustadz Jumikan Karimunsani. Cerita ini berjudul “Kere Rebutan Pincuk”, yang berarti “Orang-Orang Miskin yang Berebut Pincuk” ( Pincuk = sebutan orang Jawa untuk tempatnya Nasi Pecel yang terbuat dari daun pisang, kertas minyak, dan sejenisnya yang dibentuk seperti kerucut)
Tanpa basa-basi lagi mari kita simak ceritanya di bawah ini :
KERE REBUTAN PINCUK
Pada zaman dulu, di suatu wilayah Indonesia bagian tengah, ada sebuah desa yang dipimpin oleh seorang raja nan gagah, adil dan bijaksana, juga warga yang hidup damai, tenteram, aman dan nyaman.